Saturday, October 19, 2013

detikNews

detikNews


Gagal Menyeberang, 30 Imigran Gelap Diamankan Polres Gunungkidul

Posted: 19 Oct 2013 03:21 AM PDT

Sekitar 30 imigran gelap dari berbagai negara diamankan Polres Gunungkidul, Sabtu (19/10/2013). Mereka hendak menyeberang mengggunakan kapal menuju Pulau Christmas Australia untuk mencari suaka.

Ini Cerita Penjemputan Eks Ketum PD oleh Anggota BIN Versi Loyalis Anas

Posted: 19 Oct 2013 03:21 AM PDT

Mantan Ketum Partai Demokrat Prof Subur Budisantoso batal menjadi pembicara di acara diskusi pergerakan yang digelar di rumah Anas Urbaningrum, di Duren Sawit, karena dijemput anggota BIN. Berikut peristiwa penjemputan tersebut.

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Pertemuan Akil, Atut dan Wawan di Singapura Dinilai Bencana Demokrasi

Posted: 19 Oct 2013 03:15 AM PDT

Ketua MK nonaktif Akil Mochtar bertemu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardana di Singapura pertengahan September 2013 lalu. Pertemuan itu dinilai sebagai bencana demokrasi.

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Jamaah Haji Dapat Air Zamzam 5 Liter, Tak Boleh Bawa di Koper

Posted: 19 Oct 2013 03:02 AM PDT

Jamaah haji Indonesia yang terbang dengan pesawat Garuda Indonesia akan mendapat jatah air zamzam 5 liter. Namun mereka tak diperkenankan membawa air zamzam di koper.

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Bagaimana Cara Menjebak Pelaku Pembunuhan Cipulir IP Hingga Tertangkap?

Posted: 19 Oct 2013 02:58 AM PDT

Pria berinisial IP yang mengaku sebagai salah pelaku pembunuhan pengamen di Cipulir. Dia dibekuk petugas keamanan Stasiun Manggarai pada Jumat (18/10) malam. Bagaimana dia bisa tertangkap?

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Honor Mengadili Per Kasus: Hakim MK Rp 5 Juta, Hakim Agung Rp 23 Ribu

Posted: 19 Oct 2013 02:39 AM PDT

Ketimpangan sangat mencolok sangat terlihat antara hakim konstitusi dengan hakim agung. Jika hakim konstitusi mendapat insentif Rp 5 juta per kasus pilkada, maka hakim agung hanya Rp 23 ribu per perkara. Duh!

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Loyalis Anas: Eks Ketum PD Tidak Hadir, Karena Dijemput Anggota BIN

Posted: 19 Oct 2013 02:34 AM PDT

Mantan Ketum Partai Demokrat Prof Subur Budisantoso dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam sebuah diskusi yang digelar di kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit. Namun Subur batal menghadiri acara tersebut. Beredar informasi jika Subur dijemput anggota BIN.

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Keributan di Venus Karaoke Detos, Polres Depok Sita 2 HP

Posted: 19 Oct 2013 02:25 AM PDT

Keributan yang melibatkan 6 anggota Brimob Kelapa Dua dan 4 anggota Kostrad TNI di Venus Karaoke Depok Town Square (Detos), Polresta Depok menyita 2 handphone (HP). Polresta Depok juga sudah memeriksa 4 saksi.

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Gaji Hakim MK Capai Rp 150 Juta, KY: Hakim Agung Harusnya Rp 200 Juta

Posted: 19 Oct 2013 01:42 AM PDT

Setiap hakim MK berhak mendapat uang penanganan perkara pilkada sebesar Rp 5 juta. KY menilai besaran uang perkara tersebut ditentukan hanya berdasarkan insting belaka.

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

WWF Gandeng Pemkab dan Bank Mestika Hijaukan Kebun Raya Samosir

Posted: 19 Oct 2013 01:39 AM PDT

WWF-Indonesia menggandeng mitra bank lokal di Medan, Bank Mestika bersama-sama Pemerintah Kabupaten Samosir melakukan reforestasi di Kebun Raya Samosir melalui inisiatif program NEWtrees.

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

0 comments:

Post a Comment

CV. SOUVENIR ONLINE

CV.SOUVENIR ONLINE JL. PISANGAN BARU UTARA NO.30 RT.08 RW.12 MATRAMAN JAKARTA TIMUR TELP : 021 329 26 952 HP : 0813 8595 4508, 0815 344 867 45,0821 1010 9437 EMAIL : onlinesouvenir@yahoo.co.id atau : usbpromosi@gmail.com www.souvenir-online.com Order Now
 

Text

Hikmah Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template